Blogger news


a
hmadasmui5@gmail.com

Senin, 21 Maret 2016

IBU SANG MOTIVATOR HIDUPKU

IBU SANG MOTIVATOR HIDUPKU
asmuiibnusuradi.blogspot / asmuiibnusurady.blogspot


Ibu adalah manusia yang paling utama disishku karena ibu, aku dapat hidup dan hadir di dunia karena ibu pula aku dapat menggenal diri sendri dan lingkunganku. Aku belajar hidup dari ibu sang motivatorKu.
mengantaranku mencapi hidup yang mulia di dunia dan di akhirat.Begitu pula nasihat ibukku mampu menggelorakan semangat hidupku.
Saat itu aku dalam usia remaja awal saat aku smp, aku ingat betul begitu besar pengorbanan dan perjuangan ibuku hanya demi kebahagiaan putra putrinya beliu berusaha memberikan rasa nyaman dan aman bagi mereka termasuk aku.
Ibu sering kali memberikan waktu istirahatnya untuk ku.seperti biasa sepulang tholabul ilmi di pak yairasa malasku selalu meninggi drastis,hanya tidurlah harapanku untuk melepas kelelahanku.sejak kecil aku sudah di warisi semangat dari ibuku.Ibu tiadak ingin aku menjadi orang yang lemah , anak soleh berakhalak mulia dan bahagialah yang selalu ibu harapkan dari ku.
Ibu menyuruhku menata jadwal untuk pelajaran besok tentunya juga belajar supaya beruntung.”wong seng bejo kui luweh apek ketimbang wong seng pinter mulaakno sinau seng tenenan.” Itulah nasihat yang selalu menghiasinya.Saat itu juga kesadaran ku muncul secara tiba tiba dan aku mulai belajar bahkan ibu selau menemani ku saat belajar apa lagi setiap menghadapi semesteran ,kelelahan ibuk yang seharusnya untuk istirah tetepi ibu abaikan untuk menemaniku belajar ,aku selau memandang ibu ketika ibu menggantuk.Tetes air mataku tak senggaja keluar membasai pipiku,dalam hatiku berkata “aku harus bisa membahagiakan orang tua terutama ibu ku. 
“mbok monggo nak ajeng sare rien,ql mkeh nak ngantuk njih tak bobok” ,ibu tidak tega dengan aku,sampai ibu mau istirahat setelah aku selesai belajar.”Ya allah begitu agung selimut kasih sayang bunda pada diriku”. Aku mersa banyak membebani bunda.....dan aku merasa kasih sayang yang beliau berikan kepadaku tidak akan pernah bisa terbalaskan