PENYAKIT
HATI
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Ucapan salam
bukan sekedar ajang publikasi ataupun promosi, salam merupakan simbol kekuatan
Islam yang dikumandangkan any one yang ruhul jihad menggelegar any
where, any time.
Yang jawab
salam yang punya hutang segera Allah lunaskan
Yang jawab
salam yang belum punya kerjaan segera Allah kasih kerjaan
Amin tsumma
amin ya Mujibassailin
Yuk kita
jawab salam dengan penuh keyakinan dan semangat Islam
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Dewan hakim
yang arif nan bijaksana, mustamiinal kiram yang saya cintai dan
mencintai saya, insya Allah saya akan berbicara mengenai penyakit hati.
الحمد لله رب
العالمين الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره
على الدين
كله كفى بالله شهيدا أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
Lets thank
to Allah. The Allmighty God. Who’s given us everything we need. Lets thank to
Allah the one and only who has been the best for us to faith
Kata selawat
bersandingkan salam terukir dalam sanbari insan yang tak kikir. Pribadi yang
ahli dzikir. Semoga dijaukan dari sifat fakir dan tak jemu-jemu menjadi ahli
fikir teruntuk baginda tercinta Muhammad sang pionir hingga zaman ini berakhir
tak tersisa walaupun Cuma satu butir.
برسول الله والبدوي ورجال من بني علوي سلكو في
المنهج النبوي برسول الله والبدوي
HADIRIN OUO HADIRAT..
EA MUSLIMIN E WALMUSLIMAT....
EMM THOLIBIIN EMM THOLIBAT.....
Jika kita perhatikan,
sejatinya iman, islam, dan ketaatan kepada Allah adalah sebuah kenikmatan.
Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa ibadah bisa dirasakan
kenikmatannya, diantaranya firman Allah ketika menceritakan salah satu
kenikmatan yang Allah berikan kepada para sahabat,
وَاعْلَمُوا أَنَّ
فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ
وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ
وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ
الرَّاشِدُونَ
Ketahuilah olehmu bahwa
di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauan kalian dalam beberapa
urusan benar-benarlah kalian mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kalian
‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kalian… (QS. Al-Hujurat:
7).
Atas petunjuk Allah
ta’ala, Allah jadikan para sahabat manusia yang bisa menikmati lezatnya iman,
bahkan Allah jadikan iman itu sesuatu yang indah pada hati para sahabat.
Sehingga kecintaan mereka kepada kebaikan, mengalahkan segalanya.
Kemudian dalam hadis
dari Abbas bin Abdul Mutahalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ
مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
“Akan merasakan
nikmatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabnya, islam sebagai agamanya,
dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai rasulnya.” (HR. Muslim,
Turmudzi dan yang lainnya).
Dalam hadis di atas,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tiga
kriteria:
·
Orang yang mentauhidkan Allah dengan
sepenuhnya, sebagai bukti dia ridha Allah sebagai Rabnya,
·
kemudian dia menjadikan syariat islam
sebagai aturan hidupnya, sebagai bukti dia ridha bahwa islam sebagai agamanya
·
dan dia mengikuti petunjuk Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hidupnya
orang yang memiliki 3
kriteria ini akan merasakan lezatnya.
Dalam hadis lain, yang
mungkin hadis ini sering kita dengar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda,
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ
وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ
مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ
يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga hal, siapa yang
memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih
dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan
dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk
dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).
Semua dalil di atas
menunjukkan betapa iman, islam, dan segala turunannya, merupakan kenikmatan dan
bisa dirasakan lezatnya.
Hadhirin, jamaah yang
kami hormati,
Yang menjadi tanda tanya
kita, mengapa banyak orang justru merasa berat atau bahkan merasa tersiksa
ketika melakukan ketaatan? Bisa jadi, bahkan termasuk kita, seringkali masih
menganggap ketaatan itu sesuatu yang sulit bagi kita. Lalu dimanakah nikmatnya
iman itu?
Jamaah yang berbahagia,
Sejatinya kasus semacam
ini juga dialami oleh fisik manusia. Seperti yang kita pahami, hampir semua
orang yang mengalami sakit, dia akan susah makan, dan semua terasa pahit.
Selezat apapun jenis makanan yang diberikan, orang sakit akan merasakannya
sebagai sesuatu yang pahit. Soto pahit, sate pahit, bahkan sitipun pahit
rasanya. Kenapa? Karena dia sedang sakit.
Seperti itu pula, orang
yang sedang sakit hati dan mentalnya. Selezat apapun nutrisi yang diberikan,
dia akan merasakan pahit dan berusaha menolaknya. Dengan ini kita bisa
menemukan jawaban, mengapa banyak orang tidak merasakan nikmatnya iman? Karena
kebanyakan manusia, hati dan jiwanya sedang sakit.
Jamaah yang berbahagia,
Untuk bisa mengembalikan
pada kondisi normal, tentu kita harus berusaha mengobati penyakit itu. Karena
jika sakit ini dibiarkan, selamanya kita tidak bisa merasakan nikmatnya nutrisi
dan makanan. Hati sakit yang dibiarkan, selamanya akan sulit untuk menikmati
lezatnya iman.
Imam Ibnul Qoyim, dalam
karyanya Ighatsatul Lahafan (1/16 – 17) menjelaskan bahwa ada 3 teori pokok
untuk mengobati sesuatu yang sakit. Teori ini juga digunakan dalam ilmu medis.
Dalam dunia medis,
ketika seorang dokter hendak mengobati pasien, dia akan memberlakukan 3 hal:
Pertama, [حِفْظُ القُوَّة] menjaga kekuatan. Ketika mengobati
pasien, dokter akan menyarankan agar pasien banyak makan yang bergizi, banyak
istirahat, tenangkan pikiran, tidak lupa, sang dokter juga memberikan
multivitamin. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan fisik pasien.
Ibnul Qoyim menjelaskan,
orang yang sakit hati, salah satu upaya yang harus dia lakukan adalah menjaga
kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai
ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang
bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan
ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari,
memisalkan ilmu sebagaimana hujan dan hati manusia sebagaimana tanah. Karena
hati senantiasa butuh nutrisi berupa ilmu.
Kedua, [الحِمَايَة عَنِ الـمُؤْذِى] melindungi pasien
dari munculnya penyakit yang baru atau sesuatu yang bisa memparah sakitnya.
Dalam mengobati pasien,
tahapan lain yang dilakukan dokter adalah menyarankan pasien untuk menghindari
berbagai pantangan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien.
Hal yang sama juga
berlaku untuk penyakit hati. Seperti yang dijelaskan Ibnul Qoyim, orang yang
sakit harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya,
yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya
dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit
bagi hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana
bahaya dosa bagi hati manusia,
إِنَّ العَبْدَ إِذَا
أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ
نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى
تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ» {كَلَّا بَلْ رَانَ
عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}
Sesungguhnya seorang
hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya
satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan
bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan
ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang
diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya),
‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu
menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh
Syuaib Al-Arnauth).
Ketiga, [اِسْتِفْرَاغُ الـمَوَاد الفَاسِدَة] menghilangkan
penyakit yang ada dalam dirinya
Tahapan terakhir,
setelah dokter memastikan jenis penyakit yang diderita pasien, dokter akan
memberikan obat untuk menyerang penyakit itu. Dokter akan memberinkan
antibiotik dengan dosis yang sesuai, atau obat lainnya yang sesuai dengan
penyakit pasien.
Di bagian akhir
keterangannya untuk pembahasan ini, Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa cara untuk menghilangkan penyakit yang merusak hati adalah dengan
banyak bertaubat, beristighfar, memohon ampunan kepada Allah. Jika kesalahan
itu harus ditutupi dengan membayar kaffarah maka dia siap membayarnya. Jika
terkait dengan hak orang lain, diapun siap dengan meminta maaf kepadanya.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menggambarkan,
التَّائِبُ مِنَ
الذَّنْبِ، كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat
dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. (HR. Ibn Majah).
Karena dengan taubat,
berarti dia menghilangkan penyakit hati berupa dosa dalam dirinya.
Jamaah yang kami
hormati,
Obat yang diberika
seorang dokter akan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat penyakit yang
diderita pasien.
Dokter akan memberikan
penanganan lebih, ketika sakit yang diderita pasien cukup parah, bahkan sampai
harus rawat inap di ICU atau bahkan CCU. Dengan rentang waktu berbeda-beda,
atau bahkan pemberian obat tanpa batas waktu. Termasuk treatment operasi dan
ampuntasi.
Sama halnya dengan
mereka yang sakit hatinya. Jika penyakit yang diderita sangat parah, karena
pelanggaran yang dilakukan adalah dosa besar, syariat memberikan treatment
sampai pada taraf hukuman had, seperti cambuk, potong tangan, pengasingan,
qishas, denda, hingga rajam.
Sebagaimana anda tidak
dibenarkan untuk menuduh dokter kejam karena melakukan bedah operasi atau
amputasi. Anda juga sangat tidak dibenarkan mengatakan islam kejam karena
memberikan hukuman kematian.
Allahu a’lam.
Semoga Allah melindungi
kita dari segala penyakit hati yang berbahaya, dan menjadikan hati kita, hati
yang sehat, yang bisa merasakan lezatnya iman, islam, dan amal soleh.
Amiin..
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ
وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ayo ayo,
segenap kemampuan keahlian ilmu yang kita miliki untuk mengembalikan agama yang
bijaksana amin ya allah ya robbal alamin.
I’m sorry if
you have found many mistakes, forgive me please. i’m glad to see you
ارجو منكم العفو ان وجدتم مني
الخطائات و الغلاطات لأن الإنسان محل الخطإ والنسيان
Jalan-jalan
ke Relabuhan ratu
Pulang-pulang
beli jamal roti
Yang mau
bertanya silahkan satu-satu
Insya Allah
tidak akan saya tanggapi
Maen di laut
bersama terumbu karang
Kalu memang
anda salut saya akan turun sekarang
Wallahu
waliyyut-taufiq wal-musta’aan
Wallahu al
muwaffiq ila aqwami attariq
Wassalamu’alaikum
warohmatullohhi wabarokatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar